AnambasDESA ku

Warga Tarempa Selatan Bersatu Atasi Sampah dan Ancaman Kekeringan di Jumat Asri

Matahari belum sepenuhnya menjulang tinggi ketika suara langkah kaki warga mulai menggema di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta pada Jumat (10/4/2026). Di tengah teriknya sinar matahari yang mulai menyengat, satu per satu tangan warga bergerak, mengangkat sampah, membersihkan semak-semak, dan menciptakan ruang untuk harapan baru yang lebih segar.

Jumat Asri: Kebersamaan Warga Tarempa Selatan

Pagi itu bukan hanya sekadar kegiatan gotong royong biasa. Ini adalah gambaran nyata kebersamaan masyarakat Desa Tarempa Selatan di kecamatan Siantan dalam program Jumat Asri. Inisiatif ini bertujuan untuk menjaga lingkungan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau yang perlahan mendekat.

Kolaborasi untuk Lingkungan yang Lebih Baik

Di jalur nasional, mulai dari RT 10 RW 4 hingga Simpang 3, warga tidak bekerja sendiri. Mereka bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk unsur Koramil, kelompok wanita tani, dan relawan komunitas. Semua berbaur tanpa sekat, fokus pada satu tujuan, yaitu membersihkan desa dari sampah dan mempersiapkan lahan untuk masa depan yang lebih baik.

Lahan yang dibersihkan ini bukanlah sembarang tanah. Di area tersebut, nantinya akan dibangun kawasan Desa Merah Putih, simbol dari pembangunan dan kemandirian desa ke depan. Ini adalah langkah strategis untuk menciptakan lingkungan yang lebih seimbang dan berkelanjutan.

Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Kemarau

Namun, di balik aktivitas yang terlihat sederhana ini, terdapat kekhawatiran yang perlahan muncul. Kepala Desa Tarempa Selatan, Surianto, menjelaskan bahwa cuaca yang semakin panas merupakan sinyal awal datangnya musim kemarau. Meskipun hingga kini kondisi air masih tergolong aman, desa tidak tinggal diam dalam menghadapi potensi masalah.

Langkah Antisipatif untuk Ketersediaan Air

“Kami telah memetakan titik-titik rawan. Di Gudang Tengah, yang sering terdampak, kami sudah menyiapkan sumur alternatif sebagai langkah antisipasi,” ungkapnya. Langkah ini menunjukkan keseriusan dalam menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.

Di wilayah RT 7 Gudang Tengah, warga bahkan telah lebih awal mengambil inisiatif. Mereka bergotong royong menjaga sumber air yang ada, sebuah refleksi kolektif dari pengalaman sulit menghadapi kekeringan pada tahun-tahun sebelumnya.

Membangun Kesadaran Masyarakat

Bagi Surianto, kesiapsiagaan bukan hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga melibatkan kesadaran masyarakat. Ia menegaskan bahwa musim kemarau tidak hanya membawa ancaman kekurangan air, tetapi juga risiko kebakaran. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada.

Pentingnya Keselamatan dan Kewaspadaan

Back to top button